subscribe: Posts | Comments

leader

Nokia oh Nokia: Riwayatmu kini…

13 comments

Saya yakin banyak Bro & Sis yang sering mendengar selentingan, ” Wah BB hebat banget nih… Wah iPhone keren abis nih… Nokia lama-lama bisa kalah (atau yang parah bangkrut)”. Di posting ini, saya ingin sekedar sharing pikiran dan pendapat saya yang sering berkomunikasi dengan berbagai pemain industri telekomunikasi (kecuali Apple). Sekali lagi, tidak ada maksud membela siapa pun, tapi semua hanyalah “common sense” alias akal sehat belaka. Btw, ini posting terpanjang yang pernah saya buat lho… Simak yukkk….

Kita lihat dari angka dulu deh. Sekedar gambaran mengenai seberapa global Nokia, di kwartal pertama 2009, Nokia berhasil menjual 93,2 juta unit ponsel, diikuti Samsung dengan 45,9 juta, LGE 22,6 juta, Motorola 14,7 juta, Sony Ericsson 14,2 juta unit (untuk seluruh dunia, data dari IDC). Hitung-hitungan sederhana, jumlah unit ponsel yang dijual Nokia kira-kira sama dengan empat vendor lain jika digabungkan. Untuk BlackBerry dan iPhone, mereka tidak mendapat ranking, karena keterbatasan jenis ponsel yang dijualnya. Untuk margin laba kotor, Nokia membukukan sekitar 30%. Nah, kalau nungguin mereka bangkrut, kira-kira lama nggak tuh? Dari daftar lima vendor ponsel terbesar, tak ada nama Apple atau RIM, dan ini wajar mengingat jajaran produk kedua vendor ini amat terbatas. Memang terjadi penurunan laba dan penjualan, tapi setidaknya ini dialami semua vendor.

Berikutnya, kita bedah dulu persaingan dengan iPhone. Jika Bro & Sis mengikuti perkembangan komputer, pasti sudah tidak asing lagi dengan Apple. Sebagai perusahaan elektronik, Apple memang dikenal paling jago desain dan marketing, namun mereka tertolong dengan meledaknya penjualan iPod di seluruh dunia. Menyusul kesuksesan iPod, komputer buatan mereka juga tambah laris dan akhirnya Apple membuat ponsel, iPhone. Untuk sebuah merek baru, iPhone tergolong sukses dan salah satu kunci kesuksesannya terletak pada iTunes Store. Saya sendiri sudah memakainya sejak beberapa tahun lalu, dan memang, sampai saat ini, toko online Apple inilah yang paling lengkap dan mudah digunakan. Menyusul kesuksesan iPhone, banyak media (terutama di Amrik) yang menjuluki iPhone sebagai “Jesus Phone” (no offense here). Padahal, iPhone versi original tergolong minim dari segi fitur dan Apple tidak memberikan pilihan sama sekali dalam hal desain (bahkan iPhone generasi ketiga tampangnya juga mirip). Kemudian muncul N97 yang biarpun banyak kekurangan, tapi merupakan smartphone paling lengkap saat ini. Tapi apakah N97 memang diluncurkan untuk membendung laju iPhone? Tidak sama sekali. Untuk Nokia membuahkan suatu produk dari konsep ke produk yang dapat dipasarkan, rata-rata dibutuhkan waktu sekitar 2-3 tahun. So, there’s no panic attack here. Jika ditelusuri, iPhone pertama kali diluncurkan bulan Juni tahun 2007. Jadi boleh dibilang, konsep N97 sudah ada di tangan Nokia sejak tahun 2006.

Pendekatan desain produk dari Nokia bukan dengan “mengintip” dapur kompetitornya dan melihat apa yang bisa mereka lakukan lebih baik. Satu hal yang saya tangkap setelah puluhan kali mengikuti konferensi pers dan acara global Nokia adalah perhatian Nokia terhadap manusia alias penggunanya. Riset yang dilakukan Nokia selalu melibatkan faktor humanis alias manusia agar mereka dapat menciptakan produk yang lebih manusiawi. Tentu, ada kalanya, Nokia menciptakan produk yang bertujuan untuk memamerkan kompetensinya, tapi perlu diingat bahwa Nokia memegang market share 38% (turun dari 40%). Artinya, 4 dari 10 pengguna ponsel menggunakan Nokia. Saya sempat bingung melihat teman (terutama para fanboy – sorry curcol) yang mengambil kesimpulan bahwa Nokia meniru iPhone saat meluncurkan 5800 XM. Untuk perusahaan di industri yang harus terus berinovasi, tampaknya sekedar meniru bukanlah resep yang baik untuk bertahan. (Saat menulis posting ini, saya juga tutup mata deh jika ada salah analisa atau info) Ingat, Nokia adalah perusahaan global dengan dana berlimpah yang tak segan-segan mengeluarkan dana besar untuk keperluan riset dan litbang. Jadi, jika ada perusahaan yang paham mengenai tren masa depan, itulah Nokia. Nggak percaya? Simak video berikut ini mengenai Augmented Reality. Saya sendiri susah menjelaskannya, tapi video ini dapat memberikan sedikit informasi mengenai bagaimana kita berkomunikasi dan mengatur informasi di masa depan. Konsepnya sendiri merupakan hasil kerja keras rekan-rekan di Nokia Research Centre.

Yang terjadi sebenarnya adalah perubahan arah. Jika dilihat dari berita-berita yang beredar sejak tahun lalu, Nokia termasuk amat sering membeli perusahaan yang menyediakan berbagai layanan yang inovatif. Contohnya Navteq yang amat pakar untuk urusan navigasi, Avvenu, Twango, dan sebagainya. Semua aksi ini bermuara pada visi yang dimilikinya. Nokia tak lagi membatasi diri menjual ponsel atau perangkat telekomunikasi, tapi lebih pada solusi. Satu hal yang menarik dari Ovi yang jarang diberitakan adalah layanan Ovi bisa dipakai di puluhan perangkat, bahkan sudah mencapai sekitar 100 perangkat. Ini luar biasa dan layanan Ovi yang baru akan terus bermunculan, bahkan saya yang cukup update saja agak kewalahan untuk mencernanya.

Dengan Ovi, Nokia ingin memberikan solusi yang tak dibatasi dengan perangkat apa yang kita gunakan. Itu sebabnya, Nokia juga mengeluarkan Booklet 3G dan N900 yang keduanya tak menggunakan sistem operasi Symbian S60. Keduanya sekaligus menjadi contoh bagaimana ekosistem solusi (dalam hal ini Ovi) yang dibangun Nokia akan dapat bekerja dengan baik di semua platform. Kembali ke perang melawan iPhone, sepertinya tak ada perangkat yang dirancang khusus untuk “menghajar” iPhone. Nokia memakai pendekatan lain untuk bertahan dari badai iPhone, yaitu dengan menawarkan berbagai solusi yang berbeda untuk berbagai kebutuhan yang berbeda bagi semua kalangan pengguna yang berbeda.

Untuk BlackBerry, persaingan sebenarnya hanya terjadi di jajaran ponsel bisnis dan smartphone. Kategori terakhir ini agak rancu, mengingat kampanye beberapa produsen ponsel yang seolah mengklaim jika ponsel sudah dilengkapi keyboard QWERTY dan bisa Facebook sudah dianggap pintar (padahal ya enggak dong..). Produk BlackBerry yang ada saat ini cukup baik (saya juga memakainya kok…). Namun akhir-akhir ini, RIM sepertinya cukup agresif dan mulai meluncurkan beberapa produk yang harganya cukup terjangkau. Untuk Indonesia, BlackBerry laris manis karena memang bukan barang murah dan bisa mendongkrak gengsi penggunanya. Ini ditunjang juga oleh peran operator yang memberikan layanan BIS harian, mingguan, bulanan, yang semuanya amat murah, apalagi dibandingkan layanan serupa di luar negeri. Belum jelas, apakah fenomena smartphone QWERTY ini akan bertahan lama, tapi naik daunnya RIM dan BlackBerry akan berdampak lama.

Jika boleh dibilang pesaing serius, sebenarnya Samsung adalah kandidat yang paling diwaspadai. Banyak hal yang bisa dilakukan oleh Samsung, mengingat luasnya jajaran produk yang dimiliki perusahaan Korea tersebut. Namun, jika riset Nokia berhasil memprediksikan tren dan memberikan solusi yang nyaman (seperti di video) untuk berkomunikasi, legenda Nokia tampaknya masih akan terus berjalan.

Jangan lewatkan artikel berikut:

  1. Sindiran Nokia untuk Apple
  2. Nokia menuntut Apple gara-gara paten
  3. Produk perdana Nokia di tahun 2010?
  4. Nokia Tube: Pembunuh iPhone?
  5. Exclusive: Nokia & Sony Dipersatukan Oleh Musik
468 ad
  1. Menarik sekali tulisan ini..

    Melihat perkembangan yg terjadi, seperti nya kesuksesan iphone juga banyak di pengaruhi faktor politik USA.
    Saya sangat setuju jika samsung akan menjadi saingan utama nokia nanti nya, mereka bahkan memakai sebagian besar hardware hasil inovasi sendiri, sperti processor, ram, sensor kamera,dll.

    Sayang akhir2 ini nokia kurang berinovasi dalam hal Hardware.
    Produk terbaik nokia paling inovatif menurut saya adalah N95 dan N82.
    Setelah produk tsb, nokia hampir tidak b’kembang.
    Membuang chip grafik 3D accelerator contoh nya, membuat Product nokia kini kalah b’saing dalam p’kembangan game dan aplikasi grafis. Padahal apple dan samsung telah menggunakan chip grafik 3D skelas Sony PSP.

    Processor dan ram b’kembang lambat. Lihat saja N97 yg ram nya masih 128mb, sama seperti jaman n95 dua tahun lalu. Tidak cukup nyaman digunakan browsing lama, karena akan khabisan memory.

    Fitur kamera dan musik, sungguh sgt disayangkan, masih bertahan di 5MP dan tidak lg ada xenon flash. N86 memang sudah 8MP, Tp tidak mendapat perhatian krn hanya facelite dari N85. Video masih belum bisa rec format HD. Musik pun belum ada yg menanam Dobly stereo.

    Liatlah pesaing2 mu nokia, khusus nya samsung, sudah jauh diatas mu dalam hal hardware.

    Padahal 2tahun lalu engkau masih menjadi pelopor lahir nya suatu teknologi baru. Kini apa yg bisa diharapkan dari teknologi usang yg engkau tanamkan di produk2 terbaru mu.

    Nokia oh nokia…

    • @silvia
      Kalau dari penerawangan saya, hal itu akan berubah dalam waktu dekat. :) Dimulai N900 dan Booklet 3G, khususnya N900 yang oke banget. Tentunya, juga masih harus dilihat jurus-jurus simpanan dari pesaingnya yang belum dipamerkan.

  2. setuju…saya rasanya semua org akan kembali ke selera asal yaitu nokia :)

  3. Bagi saya, Nokia still the best,… sejak awal sangat yakin bahwa untuk urusan handphone, nokia adalah brand yang terbaik. Kurang lebih 12 jenis model nokia pernah saya beli, dan yang terakhir adalah 5800-XM. Apple juga merupakan salah satu brand favorit saya, tapi itu cukup untuk Macbook dan ipod saya, tidak untuk iphone yang sangat minim dengan fitur untuk mendukung pekerjaan saya.

    Di akhir tahun 2008, sempat jatuh cinta sama BB, tapi akhirnya sadar bahwa, keunggulannya hanya pada push email, tak lebih dari itu.

    Dengan 5800-XM yang sy gunakan saat ini, virus nokia terus saya sebarkan tentang keungulan nokia 5800-XM (pencinta touch screen khususnya). Dan akhirnya, di teman2 dekat saya, sudah 5 orang yang akhirnya menggunakannya.

    Hampir semua yang saya inginkan terkait dunia IT, 5800-XM bisa menjawabnya. Apalagi dengan dukungan projector Pico Optoma yang saya beli pertengahan tahun 2009 ini, lengkaplah sudah semua terpenuhi. Thanx Nokia.

  4. Tp nokia tetap saja menjadi primadona sampai sekarang ini..

  5. nokia still the best, BB ama iPhone cuma angin lalu doank, ntar kalo facebook udah gak tenar lagi n akan di gilas perlahan-lahan ama twitter. so, banyak yg blng kalo BB bs bertahan di indo karena facebook. then iphone cuma ngandalin touchscreen ama iTunes store aja, itupun kalo mau punya akun iTunes harus punya kartu kredit!!!. ntar lagi N900 bakal menggusur iPhone ama BB. Nokia YES, BB n iphone KE LAUT AJA

  6. Saya adalah pengguna baru nokia, dulu pemakai Sony Ericsson. Alasan saya berpaling ke Nokia adalah perihal “daya tahan” Nokia yang lebih baik, dulu menggunakan Sony Ericsson karena harga lebih murah namun teknologi segudang. Dengan adanya blog ini saya merasa terbantu utk memaksimalkan Nokia E52 yg saya miliki.

    Tapi kok saya merasa tulisan ini kurang objektif ya, terlalu condong ke Nokia nya. Mhn maaf kalau kurang berkenan, kalau menurut saya jika akan me-review sesuatu, sebaiknya diungkapkan data dan fakta, dibumbui sedikit pendapat pribadi, namun konklusi akhirnya diserahkan kepada pembaca.

    Mohon maaf jika kurang berkenan, hanya masukan saja agar blog ini lebih maju kedepannya. Btw, terima kasih atas artikel2nya.

    • @dwi
      Komen yang bagus, Dwi. Saya mencoba seobyektif mungkin, tanpa berpihak pada siapa pun. Hanya saja, memang sebatas dari pengalaman saya, yang mencermati dan merasakan langsung komunikasi antara vendor dan media di Indonesia, sepertinya paling transparan mengenai arah pengembangan teknologi adalah Nokia. Hal ini tidak mengejutkan karena memang RIM dan Apple belum punya kantor perwakilan khusus di Indonesia sehingga komunikasi tidaklah selancar dengan Nokia.
      Artikel ini sebenarnya bukan untuk membela-bela Nokia, tapi hanyalah berusaha menempatkan semuanya pada posisi yang semestinya, karena kasihan kan kalau Nokia sudah mengeluarkan banyak uang untuk R&D tapi dicap mengekor produk lain? Selain itu, sebenarnya jika dicermati dari artikel ini, ketiga vendor, Nokia, RIM, dan Apple mengambil arah yang sedikit berbeda.
      Nokia sekarang lebih konsentrasi ke layanan yang dapat dinikmati semua orang dan tersedia di hampir semua handset mulai low-end sampai high-end. RIM sepertinya baru mulai melirik pasar mainstream dengan beberapa produk yang harganya cukup miring seperti Gemini. Apple masih sulit ditebak, namun sepertinya masih berkisar di smartphone.

      Untuk saya sendiri, saya menggunakan banyak produk, termasuk BlackBerry, Sony Ericsson, dan Motorola. Dan boleh dibilang, tidak ada fanatisme di sini, karena kalau dilihat review yang lain, tidak semua produk Nokia bagus kok. :) Jadi, baca banyak artikel di sini ya bro…. Peace!!!

  7. Nokia Is The Best Phone for me
    Hail To Nokia!!!

  8. I loved nokia full, tak akan berpaling ke vendor laen

  9. Hahaha… Nokia sampai saat ini memang masih market Leader.. namun sayang sungguh sayang…

    Kalau sudah berurusan dengan Nokia care dan service center nya terkait masalah kerusakan Handphone.. Waduh… sakit hati nya gak kira2…baca saja pengalaman2 pengunjung Nokia care di kaskus..

    Jika sudah berurusan dengan yang namanya service center…sangat banyak yang benar2 kecewa.. Apalagi product yang baru2 ini di keluarkan nokia, keluhan nya sangat banyak.. contoh E52, 5630XM dan 5730XM jadi langganan kekecewaan pengguna.. Banyak yang mengeluh Quality Contol nokia sekarang buruk..karena banyak sekali product yang cacat produksi masih beredar di pasar..

    Maaf, jika komentar saya kurang berkenan.. tapi itulah yang terjadi saat imi..

    • @silvia
      Iya sis.. :) Kalau urusan dengan service centre, memang seperti gambling kok. Untungnya sejauh ini, pengalaman masih baik aja, tapi setidaknya untuk komputer sih. Kalau untuk ponsel, belum pernah. Bukannya nggak pernah error, tapi belum sempat ngadat, biasanya udah keburu dijual. Hehehehe

Trackbacks/Pingbacks

  1. TEKNOLOGI - Update Twitter Dan Facebook Melalui Aplikasi Vodafone - Berita Top Indonesia - [...] nokiaweblog.com:Nokia oh Nokia: Riwayatmu kini… | NOKIA weblog... bahkan saya yang cukup update saja ... dalam p’kembangan game dan ...

Leave a Reply