Mungkin ini adalah ponsel Nokia yang paling menarik dan mengundang perhatian setelah Nokia E90 Communicator yang diluncurkan beberapa waktu silam. Banyak hal baru yang dikemas Nokia 5800 XpressMusic, seperti user interface berbasis sentuhan/stylus/plektum (aksesoris yang menggantung berbentuk daun) yang orisinil, penggunaan Symbian 5th Edition, layar 3,2 inci dengan resolusi non-standar (360 x 640 pixel), chip audio yang baru, dan sebagainya.

Saya sempat bermain-main beberapa menit dengannya. Untuk kualitas musik, sulit dikatakan apakah sudah setara atau lebih bagus dibanding MP3 player seperti iPod mengingat ramainya ruangan, lagu yang kurang dikenal, dan headphone yang standar saat saya mendengarkan musik dengannya. Belum lagi, waktu yang agak mepet mengingat kami juga dijadwalkan untuk mewawancarai beberapa petinggi Nokia regional. Namun yang pasti, kualitas speaker internal stereo cukup oke dan keras.

Media Bar

Fitur ini sebenarnya hanyalah shortcut untuk lima program favorit yang terletak di bagian kanan atas layar. Anda tinggal mengetuk atau menekan tombol touch sensitive dan menu akan muncul. Waktu kami mencoba, aplikasi yang diprogramkan ke Media Bar adalah foto, musik, video, web, dan kamera. Seperti biasa, fungsi ini juga dapat dikostumisasi.

Contact Bar

Anda bisa menaruh empat kontak di layar utama dalam bentuk foto. Klik fotonya, dan data SMS, panggilan keluar dan masuk yang berkaitan dengan orang tersebut akan ditampilkan. Belum diketahui apakah jika kita sering mengganti-ganti kontak tersebut, semua data mengenai orang tersebut akan tetap ter-update tanpa terlewatkan satu data pun. Tapi ini merupakan ide yang menarik dan amat berguna.

Messaging

Ini mungkin fitur yang paling disorot dan dipertanyakan. Seberapa bagus sistem input teks Nokia 5800 XpressMusic? Ada beberapa pilihan metode input teks. Menurut saya, yang paling nyaman adalah dengan alphanumeric keypad atau tata letak seperti layaknya ponsel kebanyakan. Memang ada dukungan QWERTY dan virtual pen input, tapi sepertinya tidak akan secepat virtual alphanumeric keypad dan tidak bisa dioperasikan satu tangan.

Satu hal yang diperhatikan Nokia adalah tactile feedback. Dengan tactile feedback, layar akan bergetar untuk memberikan tanda bahwa karakter yang Anda tekan/pencet sudah tercetak di layar. Sekilas fitur ini tak berbeda dengan kebanyakan ponsel berbasis layar sentuh lainnya seperti Samsung Omnia, tapi cukup membantu juga. Detailnya akan lebih dipaparkan saat unitnya tersedia dua minggu mendatang.

Kesimpulan awal

Dari beberapa menit, memang sulit diceritakan seberapa stabil dan handal Nokia 5800 XpressMusic. Jika ponsel layar sentuh Nokia sebelumnya, seperti 6108 atau 7710, terasa kurang “matang” dalam berbagai aspek, kali ini Nokia lebih serius dan sudah menyiapkan beberapa perangkat berbasis layar sentuh berikutnya di tahun depan.

Namun satu hal pasti, Nokia tampaknya berhasil mengambil berbagai aspek positif dari user interface berbasis sentuh yang sering ditemukan di ponsel layar sentuh merek lain, memberikan sedikit sentuhan dan perbaikan di sana sini, serta membungkusnya dalam satu interface khas Symbian yang tentunya sudah dikenal pengguna Nokia. Yang paling mengesankan adalah kinerjanya yang responsif, mulai dari saat memainkan video, memutar layar yang langsung berubah dari portrait menjadi landscape dengan sangat cepat, serta saat memainkan menunya. Layarnya oke banget, walaupun dengan resolusi yang sedikit aneh, Anda harus siap-siap mengonversi koleksi film yang ada. Memotret dengan kameranya juga asyik, mengingat semua bagian layar akan berubah menjadi viewfinder. Layar yang lega juga membuat ponsel ini dapat menampilkan daftar lagu dengan leluasa, satu poin lebih dibanding ponsel XpressMusic lain.

Apakah ada sedikit keluhan? Hmmm, bodinya tidak setipis kebanyakan ponsel masa kini, tombol Media Bar tidak selalu responsif karena sepertinya touch area agak kecil sehingga sering kurang tepat saat dipencet. Kemudian, walaupun interface masih khas Symbian, namun ada beberapa ikon baru yang mungkin akan membuat orang bertanya-tanya mengenai fungsinya. Saran saya untuk ini, baca buku manualnya jika Anda membelinya.

Phewwww!!! Panjang juga nih kesan pertamanya. Sekali lagi, ini bukan review yahhh… Ini hanya kesan pertama saja lho, waktu ngoprek di Nokia Remix. Hope it helps…

Review dilihat di sini

Popularity: 34% [?]