Ingin tahu seberapa besar kesadaran konsumen dalam melakukan daur ulang ponsel? Menurut survei yang dilakukan Nokia, hanya 3% pengguna mendaur ulang ponsel yang sudah tidak dipakai lagi.
Survey ini dilakukan dengan cara mewawancarai 6500 orang dari 13 negara termasuk FInlandia, Jerman, Italia, Rusia, Swedia, Inggris, Emirat Arab, AS, Nigeria, India, Cina, Indonesia, dan Brazil. Tujuan Nokia mengadakan survey ini untuk mengetahui respons dan pendapat konsumen mengenai daur ulang, sehingga dapat dilakukan langkah-langkah nyata dalam peningkatan kesadaran masyarakat untuk mendaur ulang ponsel lama yang sudah tidak terpakai lagi.

Salah satu hal yang ditemukan adalah, walaupun kebanyakan konsumen memiliki sekitar lima ponsel, sedikit sekali yang diserahkan untuk didaur ulang. Hanya 3% yang didaur ulang, 4% ponsel dibuang. Mayoritas 44% tersimpan menganggur di rumah. 25% dihibahkan ke saudara dan teman, sedangkan 16% (termasuk saya) menjual ponsel bekasnya.

Secara global, 74% konsumen (Indonesia 88%) tidak terpikirkan untuk mendaur ulang, namun 72% berpendapat bahwa mendaur ulang akan memiliki efek baik pada lingkungan. Salah satu penyebab utama mengapa tak banyak yang mendaur ulang adalah karena banyak konsumen yang kurang paham (dan bahkan tidak tahu) caranya.

Menurut Nokia, sekitar 65 - 80 persen bagian dari ponsel Nokia dapat didaur ulang. Plastik yang tak dapat didaur ulang akan dibakar untuk menjadi energi proses daur ulang. Sedangkan bagian lain dapat digunakan ulang sebagai teko, pengisi tambalan gigi, bahkan alat musik atau membangun jalan. Jadi tidak ada yang dibuang ke sampah dan meracuni bumi.

Bagi yang ingin mendaur ulang ponsel lamanya, klik di sini untuk mengetahui tempat pengambilan ponsel lama Anda. Mungkin pertanyaannya bukan sadar atau tidak, tapi rela atau nggak sih?

Popularity: 7% [?]