Di pameran Indonesia Cellular Show 2008 ini, tidak terlihat booth Nokia. Dan memang setelah ditelusuri dan ditanyakan ke pihak Nokia, ternyata kali ini produsen handset terbesar di dunia ini tidak mengikuti. Sayang tidak ada sebab-sebab khusus mengenai absennya Nokia.

Oleh karena itu, saya iseng-iseng berspekulasi sendiri mengapa Nokia tidak mengikuti ajang ICS :

1. ICS hanya ajang jualan

Kalau cuma untuk mengdongkrak penjualan, seperitnya Nokia tidak memerlukan pameran seperti ini. Terbukti dari permintaan handset Nokia yang tetap laris manis di berbagai toko (setidaknya di Roxy Mas sesuai pantauan saya ya…). Jadi penjualan di ICS tidak akan berpengaruh dengan omset Nokia keseluruhan.

2. ICS hanya menarik pengunjung di sekitar Jabotabek

Sementara promosi untuk tujuan tersebut sudah dilakukan di berbagai media dengan berbagai cara.

3. Kualitas pameran menurun

Ini sebenarnya penilaian pribadi. Saya cukup rajin mendatangi berbagai pameran sejak tahun 1996, namun dua tahun terakhir ada perubahan tata letak akses keluar dan masuk. Memang lebih rapi sih, tapi pengunjung yang ingin keluar harus memutar jauh dan akses keluar yang disediakan memang sedikit. Selain itu kini pengunjung ditarik tiket Rp 5000. Tidak mahal, tapi mengingat kualitasnya yang biasa-biasa saja dan lebih fokus pada jualan, sepertinya ini bukan keputusan yang bagus.

Meskipun begitu, seperti kata pepatah, “tidak ada akar rotan pun jadi”, dari pada tidak ada pameran, lebih baik ada walaupun mutunya sangat standar.

Popularity: 6% [?]