6600 Slide6600fold5web.jpg

Setelah memperkenalkan duo ponsel musiknya, kini Nokia memperkenalkan penerus Nokia 6500, yaitu Nokia 6600 Slide dan Fold. Versi candy-bar (6500 Classic) kini digantikan ponsel berdesain lipat. Ini berita baik bagi penggemar ponsel berdesain lipat (termasuk saya), karena ponsel Nokia lipat cukup “langka”, dan yang membuat saya tertarik karena kali ini Nokia sepertinya cukup serius saat merancangnya. Tema yang diusung Nokia kali ini adalah “Beautiful to Use” atau kira-kira cantik untuk dipakai, dan meliputi satu ponsel lagi yaitu 3600 Slide.

Desain Nokia 6600 Fold, walaupun hanya lewat gambar, memberikan kesan anggun dan stylish. Memang Anda tidak akan menemukan bahan eksklusif seperti safir di Nokia 8800 Arte, namun desain lipatnya patut diacungi jempol dan lebih keren dibanding Nokia N76. Anda cukup menyentuh satu tombol dan Nokia 6600 Fold terbuka sendiri. Karena belum melihatnya sendiri, belum diketahui seberapa halus mekanismenya.
Nokia 6600 FoldLayar luarnya hanya terlihat jika ada panggilan atau SMS masuk, mirip seperti Sony Ericsson Z650i. Anda tinggal mengetuk layar satu kali dan layar di luar ini akan menampilkan waktu, SMS, missed call, dan sebagainya. Dua kali ketukan (seperti double-click pada mouse) akan menolak telpon masuk atau mematikan alarm. Untuk layar bagian dalam, menggunakan OLED beresolusi QVGA.
6600fold11web.jpg Fiturnya meliputi 3G, kamera 2 megapixel dengan double LED flash, dan akses layanan Internet ke Yahoo! GO dan Flickr. Harganya berkisar antara 275 EURO.

Sedangkan Nokia 6600 Slide merupakan salah satu ponsel desain geser tertipis di jajaran produk Nokia. Ponsel ini menggunakan cover steel glossy dan aluminium center key. Anda dapat mengetuk bagian slide Nokia 6600 dua kali untuk menampilkan waktu, mematikan alarm atau menolak telepon masuk.
6600slide6web.jpg Fitur imaging sedikit di atas versi Fold, dengan kamera 3,2 megapixel autofocus, sementara yang lain hampir sama. Layar menggunakan TFT biasa dengan ukuran 2,2 inci beresolusi QVGA. Ponsel ini akan dipasarkan sekitar 250 EURO.

Boleh dibilang saya cukup kaget melihat Nokia akhirnya melirik kembali desain fold, karena tren di pasar masih pada ponsel berdesain slide atau geser. Untuk desain candy-bar yang lebih konvensional, akan selalu tersedia dalam jumlah banyak. Jika dilihat dari harganya, maka yang ditonjolkan adalah desain dan kualitas bahannya. Untuk fitur, keduanya cukup standar. Pengadopsian accelerometer yang dapat mendeteksi ketukan jari Anda merupakan sentuhan bagus, mengingat keduanya akan menjadi perangkat termurah yang dilengkapi fitur tersebut.

Source: Nokia Press Release

Popularity: 33% [?]