Tawaran ponsel atau hape dengan harga miring memang selalu menggiurkan, apalagi jika kita sudah “ngebet” atau “kebelet” dengan tipe tersebut. Namun sebelum Anda mengeluarkan uang, sebaiknya periksa garansinya terlebih dahulu. Kadang ada beberapa toko yang “nakal” dengan beberapa trik, mulai dari menjual barang bekas dengan label barang baru (sering sekali) sampai menyepelekan masalah garansi resmi dengan menyamakan garansi toko atau distributor dengan garansi resmi.

Contoh nyata yang baru saja terjadi di Bandung, ketika ponsel meledak layaknya bom. Kebetulan tipe ponsel Nokia yang meledak adalah N2115i CDMA yang tidak dimasukkan oleh Nokia Indonesia dan hanya melalui importir umum. Apakah faktor garansi bermain di sini?

Saya belum mendapatkan data pastinya, tapi saya akan mencoba membandingkan sedikit antara ponsel garansi resmi dan garansi distributor/toko/non garansi.

1. Ponsel garansi resmi telah diuji oleh Dirjen Postel, sedangkan ponsel garansi non resmi tidak jelas.

Entah prosedur pengujian seperti apakah yang diberlakukan Departemen Postel (jika ada yang tahu, bisa menginformasikan), namun setidaknya ada garansi berupa stiker kecil di balik baterai bahwa produk ini cocok untuk digunakan di Indonesia.

2. Ponsel garansi resmi dilengkapi aksesori dan spare part orisinal, sementara garansi non resmi tidak bisa dijamin.

Belum ada data atau bukti otentik, tapi kita benar-benar tidak tahu apakah aksesori dan spare part pada ponsel Nokia garansi non resmi asli atau tidak. Dugaan ini diperkuat dengan modus penyelundupan yang memasukkan barang ke Indonesia dalam bentuk kumpulan spare part dan dirakit di sini.

3. Ponsel garansi resmi dikemas dengan paket yang berbeda.

Beberapa tipe ponsel Nokia bergaransi resmi di Indonesia memiliki isi atau paket yang sedikit lebih banyak dibanding ponsel garansi non resmi. Misalnya, E90 Communicator dilengkapi beberapa software seperti AirGuard dan lainnya yang hanya dapat berjalan di ponsel bergaransi Nokia Indonesia. Contoh lain, seperti Nokia E51, menjalankan promosi yang berhadiah nonton F1 atau sejenisnya.

4. Tidak semua tipe yang dijual sama

Tipe ponsel Nokia garansi resmi kadang berbeda dengan garansi non resmi. Ada beberapa tipe ponsel yang memang tidak dimasukkan tapi muncul dengan garansi distributor atau toko atau bahkan tanpa garansi, seperti Nokia 2115i yang amat mirip dengan Nokia 2116.

5. Ponsel garansi resmi lebih mahal dibanding garansi non resmi

Harga ponsel Nokia garansi resmi memang lebih mahal, namun dengan beberapa keunggulan di atas. Tentunya, jika perbedaan harganya mencapai jutaan rupiah, konsumen akan mudah terbuai dengan garansi non-resmi.

6. Purna jual ponsel garansi resmi lebih terjamin

Layanan purna jual sebenarnya harus mulai menjadi pertimbangan setiap konsumen, apalagi jika Anda membeli ponsel yang harganya cukup tinggi. Satu keunggulan ponsel garansi resmi, adalah Anda dapat menservis ponsel di semua cabang Nokia Care Center, sedangkan untuk ponsel garansi non resmi, amat terbatas. Jadi misalnya Anda membeli ponsel di Jakarta, namun untuk dipakai di luar kota, kemungkinan besar Anda akan kesulitan saat harus memperbaikinya. Selain itu, tenaga ahlinya juga belum tersertifikasi.

Jadi apakah harga ekstra itu cukup “fair” dan sebanding dengan kelebihan yang diberikan oleh garansi resmi? Saya rasa hanya Anda yang dapat menjawabnya sendiri.

Popularity: 16% [?]