Resiko tanggung sendiri ya… :) Tidak direkomendasikan sih, apalagi buat yang kurang pede dengan skill-nya nyetir motor atau baru bisa nyetir motor.

Karena saya penunggang motor sejati (not in very good way), kadang malas juga kalau harus berhenti sejenak hanya untuk menjawab telepon atau memakai handsfree di dalam helm. Jadi alternatifnya, saya menyelipkan ponsel ke dalam helm dan mengobrol tanpa harus memegangi ponsel. Tentunya helm yang dimaksud adalah helm yang menutupi secara penuh, lengkap dengan pelindung dagu, bukan helm yang separuh atau tiga perempat.

Ponsel yang layak digunakan, jangan terlalu besar, tapi jangan terlalu kecil. Fitur speakerphone harus ada. Jawab ponsel dengan satu tangan dan aktifkan speakerphone, lalu letakkan di depan mulut, di dalam helm. Motornya juga sebaiknya motor bebek, karena untuk motor dengan kopling akan lebih sulit dan berbahaya.

Alternatif yang lebih baik, dengan menggunakan ponsel berdesain lipat yang agak tipis dan agak melengkung. Dengan ponsel berdesain ini, Anda dapat menyelipkannya dengan pas di dalam helm. Contoh konkret yang saya coba sejauh ini dengan selamat adalah Nokia 2505.

Untuk ponsel desain slider, agak sulit karena rata-rata relatif lebih tebal. Tentunya ini bukan tips yang aman, namun moga-moga dapat membantu Anda yang ingin memilih ponsel.

Resiko apa yang patut Anda antisipasi?

1. Ponsel “diminta” orang

Walaupun tersembunyi di balik helm, ponsel Anda tetap dapat “diminta” orang yang tidak bertanggung jawab dengan mudah, atau bahkan diambil paksa.

2. Ponsel jatuh

Hal ini bisa terjadi jika ponsel atau helm agak licin. Saya pernah menjatuhkan ponsel yang ditaruh di depan mulut gara-gara saya memakai kain penutup mulut. Tingkat kerusakan ponsel yang jatuh akan bervariasi, tergantung lokasi jatuh dan keramaian lalu lintas di belakang Anda.

3. Anda yang jatuh atau menabrak

Karena kurang konsentrasi, ini adalah konsekuensi yang bisa terjadi. Pastikan lalu lintas aman terkendali dan Anda tidak sedang ngebut atau sedang buru-buru.

Popularity: 10% [?]