Press release dari Nokia menyebutkan bahwa Nokia telah meraih 40% pangsa pasar ponsel dunia di Q4 (triwulan keempat) tahun 2007, dengan nilai penjualan bersih untuk Q4 2007 sekitar 10,4 milyar EURO. Sedangkan penjualan bersih tahun 2007 (hanya menghitung mobile phones dan multimedia) mencapai 35,6 milyar EURO (sekitar Rp 491.280.000.000.000 atau Rp 491 trilyun dengan kurs Rp 13.800) dan laba bersih 7,2 milyar EURO. Wow!!! Bisa beli tahu tempe berapa ton tuh ya???

Jumlah ini meningkat 24% dibanding tahun 2006 yang “hanya” tercatat sekitar 41,1 milyar EURO. Karena ini laporan Nokia Global, tidak diketahui secara jelas kontribusi pasar Indonesia pada kenaikan tersebut. Yang pasti, pasar Indonesia selalu disebut-sebut sebagai “pasar yang penting dan strategis”, sehingga saya percaya “sumbangsih” kita, konsumen Indonesia, cukup signifikan meskipun nilai tukar Rupiah terus melorot. Untuk market share, peningkatan ini juga akibat “sumbangan” Motorola yang tahun 2007 lalu kehilangan 40% market share di pasar global, yang berujung pada pemecatan CEO.

Dibandingkan dengan vendor lain,angka ini cukup fantastis. Sony Ericsson misalnya, mengalami peningkatan tapi hanya mampu mencetak pendapatan US$12,9 milyar (sekitar Rp 121.905.000.000.000 atau 121 trilyun) di tahun 2007 dan mereka telah mengirimkan lebih dari 100 juta handset untuk pertama kalinya. Untuk Samsung, 2007 juga tahun yang cukup bagus, dengan peningkatan jumlah ponsel yang dijual 41% dan pendapatan 7%. mencapai sekitar US$13,2 milyar.

Source : Nokia

Popularity: 5% [?]