Rela rugi berapa, Pak Bu?

Kalau sudah memakai ponsel lebih dari satu tahun, kemungkinan besar Anda pasti pernah menjual ponsel bekas milik Anda. Apapun jenis dan mereknya, juga hampir dapat dipastikan kalau Anda akan rugi alias mendapatkan harga lebih murah dibanding saat membelinya. Jumlah selisih nominalnya akan semakin banyak jika Anda telah menggunakannya untuk waktu yang lama dan masa garansinya telah berlalu.
Tentu ada kasus istimewa barang yang telah dipakai beberapa waktu, lalu dijual lagi, ternyata mendapatkan untung. Saya tidak bicara soal pedagang hape ya. Saya bicara soal kita-kita, pemakai ponsel awam. Jika sampai sudah dipakai (taruhlah 3 bulan), lalu ponsel bekas kita dijual dan mendapatkan untung, kasusnya termasuk jarang untuk ponsel apa pun. Yang masih fresh di ingatan saya, adalah Nokia Communicator E-90. Para pembeli Nokia E-90 yang membeli dengan harga resmi sekitar Rp 9,8 juta, beberapa bulan lalu sekitar waktu lebaran, malah bisa menjual ponsel bekasnya dengan harga yang sama saat membeli baru. Hal ini disebabkan tingginya permintaan dan tipisnya stock yang ada di pasaran. Tapi sekali lagi, kasus ini tergolong langka. Yang ada, pelanggan akan mengalami depresiasi yang besar-besaran dan kadang “menyakitkan” hati. Apalagi jika ponsel yang ingin dijual sudah dalam keadaan “kurang mulus” dan tidak lengkap.
Masalahnya, seberapa jauh Anda rela untuk “merugi”? Patokan yang dipakai pedagang ponsel biasanya:
1. Kelengkapan dan garansi
Ponsel yang lengkap dan masih dalam masa garansi biasanya akan mendapatkan harga yang lebih tinggi. Selisihnya tergantung dari harga ponsel itu sendiri.
Contoh: Ponsel dengan harga bekas Rp 500 ribu dalam kondisi lengkap, akan dihargai sekitar Rp 400-450 ribu dalam kondisi tidak lengkap. Jika ponsel yang agak mahal, potongan harga berkisar antara 100 - 300 ribu, tergantung kelengkapan apa yang tidak ada. Untuk garansi, beda antara garansi dan non garansi agak besar, antara 5 - 10 persen.
Perlu diingat: Jika Anda telah melengkapi ponsel dengan berbagai aksesoris, usahakan untuk menjualnya terpisah. Rata-rata pedagang tidak memberi harga yang wajar untuk aksesoris karena hampir tidak ada toko ponsel yang menjual aksesoris bekas. Aksesoris yang “lumayan dihargai” biasanya adalah memory card, Bluetooth headset, dan baterai ekstra. Charger, leather case dan case dalam berbagai bentuk, biasanya tidak memberi perbedaan berarti. Jadi jual saja aksesoris tersebut ke teman yang kebetulan mempunyai ponsel dengan model yang sama atau dapat menggunakan aksesoris tersebut.
2. Kondisi
Inilah faktor pembeda paling penting. Kondisi tak melulu fisik, tapi juga fungsinya. Jika ada kamera atau speaker yang kurang normal, maka harga akan dipotong. Tentunya jika ponsel masih dalam masa garansi, sebaiknya Anda membawanya ke service center resmi sebelum menjualnya. Tapi bagaimana, jika ponsel Anda dalam kondisi mati atau habis terendam air? Ada beberapa toko yang dapat menerima ponsel kondisi istimewa itu dengan tujuan mengambil spare parts ponsel tersebut untuk keperluan servis.
3. Koneksi
Ini kenyataan lho. Pedagang ponsel juga manusia.
Jadi kalau Anda punya hubungan baik dengan mereka, biasanya mereka akan memberi harga bagus (setidaknya itu yang terjadi dengan saya). Tapi bagaimana jika Anda tidak punya kenalan toko handphone? Mau tidak mau, Anda harus membanding-bandingkan harga dan mencari toko yang kira-kira bonafid.
Tips: Carilah toko yang spesialis atau mayoritas menjual ponsel bekas. Biasanya mereka akan lebih berani menawar ponsel Anda.
4. Merek dan model
Prinsip supply dan demand berlaku dengan sangat baik di sini. Merek ponsel ternama jelas akan mendapatkan harga lebih tinggi karena banyak permintaan. Dalam hal ini, Nokia, Sony Ericsson, dan Motorola masih memimpin. Untuk Nokia, biasanya ponsel Anda akan ditawar sekitar 20 - 30 persen lebih rendah dibanding harga baru, dengan kondisi garansi dan fisik bagus. Tentunya ini tidak berlaku untuk semua model, karena tidak semua model gampang laku. Untuk ponsel merek lain, tawaran biasanya sedikit lebih murah, tapi juga masih tergantung dengan model ponsel yang dijual.
Catatan: Panduan tidak mengikat, dan dapat berubah sewaktu-waktu. Penulis tidak bertanggung jawab atas kerugian yang diakibatkan panduan ini.
Happy selling, Friends!!!
Popularity: 11% [?]

Leave a Reply