Notes: Foto-foto selama peluncuran IAC di lapangan Gasibu Bandung dapat dilihat di sini. Semua foto yang diposting adalah hasil jepretan Nokia N82.

Konferensi Pers Nokia IAC

Sabtu kemarin ini cukup unik, karena biar libur, saya bangun pagi-pagi. Sayangnya kurang pagi, karena agak telat juga saat berkumpul di kantor Nokia Indonesia. Bis meninggalkan bilangan Gatot Subroto pukul 8:20 pagi dan langsung menuju ke Bandung, membawa sekitar 20an wartawan dari berbagai media Ibukota dan nasional. Karena masih diserang kantuk yang hebat, saya tertidur beberapa waktu dan terbangun saat di tengah perjalanan. Sekitar pukul 11.30, kami sampai di lokasi konferensi pers, di Prefere 72 di wilayah Dago.

Sesuai jadwal, kami mengikuti konferensi pers yang dipandu DJ Winky dan Pak Susanto dari Nokia Indonesia. IAC atau Independent Artis Club sendiri merupakan suatu wadah bagi para musisi pendatang baru yang berasal dari Asia Pacific untuk mempromosikan bakat dan kebolehan mereka dalam bermusik. Nantinya, lagu-lagu yang dihasilkan oleh IAC juga akan dipromosikan di Nokia Music Store yang baru akan hadir di sini tahun 2008 mendatang. Layanan IAC ini sama sekali tidak dipungut biaya. Melalui website IAC Indonesia, pemilik handset Nokia dapat mendownload 10 lagu gratis per bulan dan pemilik perangkat non-Nokia 5 buah.

Lalu apa kepentingan Nokia membantu para grup indie tersebut? Well, menurut mereka, dengan memperbesar kue pasar musik digital, Nokia juga akan kecipratan, terutama dengan Nokia Music Store. Menurut saya? IAC merupakan salah satu marketing tool bagus bagi generasi mendatang untuk semakin lengket dengan merk Nokia. Mengapa begitu? Karena sampai saat ini belum ada vendor ponsel yang benar-benar memberikan sesuatu bagi pemusik, namun rata-rata masih fokus dengan jualan musik. Boleh dibilang langkah ini amat smart dan inovatif. Namun bagaimana kenyataannya? Kita tunggu saja…


Popularity: 10% [?]